Persija Jakarta Balikkan Keadaan 3-1 atas Persik Kediri

Persija Jakarta

Persija Jakarta Balikkan Keadaan 3-1 atas Persik Kediri: Comeback Dramatis di Manahan

Macan Kemayoran Menang Lagi, Tren Positif Terjaga

Persija Jakarta kembali menunjukkan mental besar sebagai tim papan atas Super League 2025/2026. Menjamu Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo, Kamis malam 20 November 2025, Macan Kemayoran sempat tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan dan menang 3-1. Kemenangan ini melanjutkan tren positif Persija yang terus menempel ketat penghuni puncak klasemen dan makin nyaman di papan atas.

Laga Penting di Tengah Perburuan Puncak Klasemen

Bagi Persija, duel kontra Persik di pekan ke-13 ini bukan sekadar laga biasa. Selain harus bermain “mengungsi” di Manahan, mereka datang dengan misi menjaga tren kemenangan dan terus menekan Borneo FC yang memimpin klasemen. Tambahan tiga poin membuat posisi Persija tetap kuat di zona atas dan menjaga jarak dengan sang pemuncak.

Babak Pertama: Ezra Walian Bawa Persik Unggul

Pertandingan dibuka dengan tempo tinggi. Persija yang bertindak sebagai tuan rumah langsung menekan lewat pergerakan Witan Sulaeman, Eksel Runtukahu, dan Maxwell Souza. Beberapa peluang emas hadir, termasuk sontekan Eksel di mulut gawang yang masih melambung, serta sepakan Witan yang membentur pemain belakang Persik.

Tendangan Bebas Ezra Jadi Pembeda

Justru Persik Kediri yang berhasil mencuri gol lebih dulu. Menjelang akhir babak pertama, Macan Putih mendapat tendangan bebas di depan kotak penalti. Ezra Walian yang maju sebagai eksekutor mengirim bola melengkung tajam yang tak mampu dijangkau kiper Carlos Eduardo, mengubah skor menjadi 0-1 untuk Persik hingga turun minum.

Hujan Deras, Laga Tertunda, dan Titik Balik Persija

Memasuki paruh kedua, drama bukan hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di langit Manahan. Hujan deras sempat membuat pertandingan tertunda sekitar satu jam. Setelah kondisi lapangan dinyatakan layak, laga pun dilanjutkan, dan di sinilah momentum berbalik untuk Persija.

Kartu Merah Persik Ubah Arah Pertandingan

Petaka untuk Persik datang ketika Telmo Castanheira diganjar kartu merah sekitar menit ke-50. Bermain dengan sepuluh pemain melawan tekanan Persija yang terus meningkat membuat lini belakang Macan Putih kewalahan. Situasi 11 lawan 10 ini dimanfaatkan Persija dengan sangat maksimal untuk membalikkan keadaan.

Tiga Gol dalam 18 Menit: Eksel, Maxwell, Witan Mengamuk

Setelah beberapa kali membuang peluang, Persija akhirnya menemukan gol penyeimbang. Umpan-umpan kombinasi dari lini tengah membuat pertahanan Persik pecah konsentrasi, dan bola jatuh ke kaki Eksel Runtukahu. Dengan tenang, Eksel menyelesaikan peluang di menit ke-60 untuk mengubah skor menjadi 1-1 dan membakar semangat The Jakmania yang hadir di Manahan.

Maxwell dan Witan Sempurnakan Comeback

Media dari Bandar Judi Bola mengatakan Setelah gol pertama, Persija tak mengendurkan tekanan. Maxwell Souza ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-71 lewat penyelesaian klinis di kotak penalti, membuat skor berbalik 2-1 untuk Macan Kemayoran. Hanya tujuh menit berselang, Witan Sulaeman melengkapi pesta gol dengan lesakan di menit ke-78, mengunci kemenangan 3-1 dan meruntuhkan mental Persik yang sudah bermain dengan 10 orang.

Efek Kemenangan: Lima Laga Beruntun dan Kepercayaan Diri Melejit

Kemenangan atas Persik ini memperpanjang catatan positif Persija menjadi lima kemenangan beruntun di Super League 2025/2026. Tren tersebut bukan hanya mengangkat posisi di klasemen, tetapi juga menegaskan bahwa tim asuhan Mauricio Souza (meski sang pelatih sempat absen langsung dari bench) punya kedalaman skuad dan mental juara yang kuat.

Pesan Keras untuk Rival di Papan Atas

Dengan performa seperti ini, Persija mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya: mereka bukan sekadar penantang, tapi benar-benar kandidat serius perburuan gelar. Comeback 3-1 atas Persik di tengah hujan deras, penundaan laga, dan tekanan papan atas menunjukkan bahwa Macan Kemayoran semakin matang menghadapi situasi sulit. Jika konsistensi ini terjaga, Persija berpotensi terus menempel Borneo FC hingga akhir musim dan membuat persaingan juara semakin panas.